Ziswaf terbukti miliki peran dalam mitigasi dampak pandemi


FOGEIS NEWS UPDATE --
Dalam kurun waktu hampir 2 tahun,terhitung sejak pandemi COVID-19 merebak di Tanah Air. Pengumpulan zakat,infaq,sedekah,dan wakaf (Ziswaf) secara nasional mengalami peningkatan. Bahkan World Giving Index 2021 mengumumkan bahwa penduduk Indonesia menduduki peringkat pertama di dunia sebagai masyarakat paling dermawan,kendati dalam COVID-19 turut mengguncang perekonomian bangsa.

Inilah yang disampaikan oleh Pengamat Ekonomi Syariah dari IPB University,Irfan Syauqi Beik di webinar virtual dalam rangka Festival Ekonomi Syariah pada Kamis 5 Agustus kemarin. Irfan mengatakan bahwa fenomena tersebut menjelaskan adanya rasa dan komitmen di dalam diri masyarakat yang mendorong semangat Ziswaf yang penting dipertahankan. Menurut Irfan,gerakan Ziswaf juga mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya mitigasi dampak pandemi COVID-19.

"BAZNAS pusat itu membantu sampai 1,5 juta kelompok terdampak. Sementara data terakhir yang saya punya untuk secara keseluruhan organisasi pengelola zakat nasional itu sampai dengan 5,6 juta penerima manfaat. Jadi bisa kita bayangkan kalau seandainya tidak ada lembaga zakat, maka beban negara ini akan lebih besar lagi. Ini yang saya kira menjadi hal yang sangat penting dan menjadi bukti bahwa lembaga Ziswaf memiliki kontribusi yang signifikan di dalam mengimitigasi dampak pandemi ini." Ujar Irfan dalam Webinar Festival Ekonomi Syariah Kamis 5 Agustus 2021 kemarin.

Irfan menyebutkan ada 6 agenda pengembangan Ziswaf yang harus dilakukan agar pengumpulan Ziswaf di Indonesia dapat berjalan optimal. Keenam agenda tersebut adalah Peningkatan literasi Ziswaf,Peningkatan kualitas kelembagaan dan SDI,Inovasi program Ziswaf,Inovasi tekonologi digital,Penguatan dukungan regulasi serta Pengembangan riset strategis.


Source : Antaranews.com

Komentar

Postingan Populer